Pages

Senin, 22 Agustus 2011

Tentang 230611

Tidak pernah aku menyangka, kalau aku dan keluarga akan berada ditempat ini lagi. Tidur di ruang terbuka berkasur keramik yang super dingin, selimutpun masih kurang untuk kami mendapatkan kehangatan. Tapi, kami semua rela melakukannya, semua demi Mamah.... apa yang kami rasakan diluar, tak sebanding dengan apa yang mama rasakan didalam ruang HCU. Diluar kami berusaha mendapatkan kehangatan, tapi didalam mamah berjuang mempertahankan hidupnya!

Sore, 21 Juni 2011

Kondisi mama di ruwat kian memburuk, dari kemarin mama nggak sadarkan diri. Kami yang sangat awam dengan dunia kedokteran, awalnya mengira kalau mama sedang tidur, karena sehair sebelumnya, mama nggak bisa tidur. Tapi ketika mama dibangunkan, mama tetap tidak mau bangun, kemudian suster bilang, mama sudah ngga sadarkan diri. Deg! ini benar-benar mengejutkan, terutama untukku. berbagai pikiran muncul dalam otakku. Aku langung teringat dengan ibunda temanku, yang kebetulan dirawat di Rumah Sakit yang sama dan keadaannya hampir sama dengan apa yang mama alami sekarang. Beliau akhirnya meninggal setelah semalaman tidak sadarkan diri. Berbagai pikiran dan dugaanpun datang, Ya Alloh, akankah mama seperti ibunda temanku ? Jangan Ya Alloh, aku mohon jangan ambil mama dulu... ='(

Dokter datang dengan salah satu keluargaku yang kebetulan bekerja di rumah sakit itu. Mereka bilang, kondisi mama memburuk, dan harus dipindah ke ICU. Aku bener-bener kaget! Ya Alloh, kenapa harus kembali kesana lagi?? Aku ingin menangis, tapi aku malu banyak orang. Aku harus kuat! Tadinya papa kurang setuju kalau mama dipindah ke ICU, karena pasti keluarga nggak boleh ada yang jenguk.Akhirnya, dipilih solusi kalau mama akan dimasukkan ke ruang HCU. Katanya di HCU, keluarga masih bisa menunggu pasien. Akhirnya, malamnya mama dipindah ke HCU.

Ya Alloh... kembali kesini lagi ?? diruangan terbuka yang sangat dingin...mana bisa tidur ?? dan benar saja, kami kurang bisa tidur, karena malam itu mama membutuhkan tranfusi darah. Sialnya, di bank darah rumah sakit, stok habis. Papa cari ke PMI juga sedang kosong. Astaghfirullah ...


23 Juni 2011

Aku nggak tahu, ada apa denganku hari ini. Pagi, aku masih bisa tertawa lepas dengan tenteku. Tapi entah kenapa aku berpikir, Ya Alloh pagi ini aku bisa tertawa seperti ini, tapi bagiamana dengan sore atau malam nanti? apakah aku akan menangis ?? Pagi itu, aku berangkat kuliah. Sudah ku niatkan dari awal, di kampus aku nggak mau tertawa atau bercanda terlalu lepas. Aku takut akan ada sesuatu yang nantinya akan membuatku menangis. Hari itu, aku juga merasa nggak enak.. aku terus kepikiran mama. Tapi justru yang aku pikirkan adalah hal negatif. Sebenarnya aku juga nggak mau seperti itu, tapi pikiran itu terus-terusan datang. Hingga akhirnya, saat kuliah kosong pukul satu siang. Aku dan teman berencana makan siang. Makananpun sudah kami pesan. Tiba-tiba, tante sms aku. "Lid, kamu kuliah udah selesai?". Perasaanku mulai nggak enak. Aku balas sms'nya "ni lagi istirahat, nanti sore ada kuliah sore". Lalu tante segera membalas smsku, "kamu ngga usah ikut kuliah yang sore ya," Hatiku semakin nggak karuan... Pikiran negatif itu semakin kuat. Ya Alloh..apa yang terjadi??
Sesampainya di rumah sakit, aku terus mencoba menenangkan diri. Kebetulan saat itu gorden runag ICU sedang dibuka, jadi aku langsung melihat kondisi mama dari balik kaca. Ya Alloh... aku nggak tega lihat keadaan mama... T_T
Tante bilang padaku, kalau keadaan mama kian memburuk, detak jantungnya semakin melemah. Bagai disambar petir! ini nggak mungkin!! Ya Alloh, kenapa aku harus dengar kabar seperti ini ??? Aku sedih dengan ini semua, tapi aku harus bisa tahan emosiku, aku nggak boleh nangis! Aku harus terus berpikiran positif. Mama pasti SEMBUH!!
Tak berapa lama, kakakku datang. Tante juga berusaha menjelaskan keadaan mama. Aku yakin perasaan kakakku nggak jauh beda denganku, Sedih! Akhirnya, aku dan kakakku pergi sholat dzuhur. Dengan segenap hati, aku meminta kepada Alloh. Ya Alloh tolong sembuhkan mama... Aku sayang mama... Aku janji aku akan menebus semua kesalahanku pada mama... Aku mohon ya Alloh, tolong berilah mukjizatmu untuk mama.

Sore itu, perawat mengijinkan kami untuk masuk menjenguk mama di ruang HCU. Yang pertama adalah kakakku. Aku melihat dari balik kaca, pertama kalinya aku melihat kakakku menangis. Aku benar-benar nggak bisa menahan emosiku, air matakupun mulai jatuh. Sahabatku yang saat itu menemaniku, berusaha untuk menenangkanku. Hingga giliranku menjenguk mama tiba. Disitulah aku sama sekali nggak kuat melihat kondisi mama. Aku memeluk tante. Aku menangis dipelukannya. Tante berusaha menguatkan aku. Akupun masuk ke ruangan mama. Masih dengan air mata, aku mulai membisikkan kata "Allah" ke telinga mama. Saat itu aku benar-benar berharap ada keajaiban untuk mama. Sampai keluar ruanganpun aku masih tidak bisa menahan air mata ini. Sahabatku yang menunggu diluar, segera memelukku. Aku benar-benar nggak tahan dengan ini semua! Aku nggak tega melihat mama seperti itu!!!
Saat hati ini mulai tenang, aku dan sahabatku pergi solat ashar. Doa yang kupanjatkan masih sama, aku hanya mohon kesembuhan mama.

Selesai sholat, aku dan sahabatku kembali ke ruang tunggu ICU untuk menenangkan diri sebentar. Tapi tak lama, aku lihat tante dan omku yang di Jakarta datang, dan mereka langsung menuju ruang HCU. Tak lama, kamipun menyusul mereka.
Waktu aku dan sahabatku samapi di ruang HCU, aku lihat kedua tanteku sudah masuk ke ruangan mama. Sepertinya merekapun melakukan hal yang sama, membisikkan nama Allah...

Tapi tak berselang lama, keadaan diruang rawat mama jadi panik. Salah satu keluarga yang kebetulan kerja disana, pergi keluar ruangan dan memanngil perawat. Ya Allah ini ada apa ?? Aku bertanya pada sahabatku, diapun tak mengerti. Aku coba perhatikan layar denyut jantung, tapi tetap saja tidak jelas. Aku kembai bertanya pada sahabatku "mama nggak apa-apa kan lu??? iya kan??", sahabatku hanya bisa mengiyakan pertanyaanku, tapi itau sama sekali nggak bisa membuat aku tenang!

Tak berapa lama, papa datang dan segera masuk ke ruangan mama. Aku yang melihat dari balik kacapun, tak tahu apa yang mereka lakukan didalam. Saat itu, aku pasrah . . . Aku nggak tahu apa kehendak Tuhan untuk mama.
Kemudian papa keluar dan menghampiri keluarga yang ada disana. Posisiku memang agak jauh dari keluarga yang datang. Saat itu aku dengan papa bilang "Alhamdulillah", tentu aku mengira ada keajaiban untuk mama, atau mungkin mama sudah sadar. Tapi kemudian, papa mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un" . . . .


Sahabat, tanpa ku jelaskanpun aku rasa kaliah sudah tahu bagaimana perasaanku saat itu. Sahabat, sekarang aku sudah tidak punya mama. . . dan sampai kapanpun aku tidak bisa bertemu dengannya. Ramadhan dan puasa kali ini, juga seterusnya, hanya ada aku, papa dan mamas. Hari-hairku kini tanpa mama... Tak ada lagi beliau yang setiap hari memarahiku, tak bisa lagi kudengar teriakannya ketika membangunkanku, tak ada lagi orang yang bisa aku minta pendapatnya, tak ada lagi Mama . . .
Ya Allah... aku percaya ini jalan terbaik dariMu. Sayangmu pada mama, melebihi sayangku dan keluarga. Kau tak mau mama menderita terlalu lama dengan penyakitnya, hingga Kau mengambil mama lebih dulu.
Ya Allah... Ampunilah semua dosa mama, terimalah segala amalan-amalannya, lapangkanlah kuburnya, tempatkanlah ia di Surgamu ya Allah . . .
Amin....

-AHMS-

Minggu, 20 Maret 2011

You'll Be In My Heart

Come stop u crying it will be all right
Just take my hand, hold it tight
I'll protect u from all around u
I'll be here, don't u cry!

4 one so small, u seem so strong
My arms will hold u keep u safe n warm
This bond between us can't be broken
I'll be here, don't u cry ...

cz u'll be in my heart, yes u'll be in my heart
from this day on now n 4ever more
u'll be in my heart, no matter what they say
u'll be here in my heart, always ...

Why can't they understand the way we feel
Ihey just don't trust what they can't explain
I know we're different bt deep inside us
We're not that different at all!

Don't listen to them, cz what do they know
we need each other 2 have 2 hold
they'll see in time, i know!
when destiny calls u, u must be strong
I may not be with u, bt u've got 2 hold on..
they'll see in time, i know...
We’ll show them together

Selasa, 01 Maret 2011

-mY buDdy-

<<-- the left one, is my friend. . . my crazy friend... haha,,, her name is Wuryan..... =D
bisa gila kalau sama dia... nggak liat waktu dan tempat!

<<-- yes, she is my best buddies 4 my life,,,

Jumat, 25 Februari 2011

The Motivation Words from Various Source

The truth is, whether you know it or not, your thoughts are responsible for whatever place or situation you are in right now

Any self-improvement program or journey of personal development starts with your thoughts. Master your thoughts first. Then you can master your environment and circumstances

Dreamers chart their own course and destiny. Dreamers are always striving to be the person they were meant to be and are not afraid to be different

I am here to tell you that there is another way. It’s not for everyone. It’s not the only way. It’s not the easier way. Actually, it is more likely to be the harder way. But I guarantee you it is the best way. It is simply this – follow your dreams

We cannot exhaust the creative power of our minds

If your mind can accept that something is achievable, it will find a way to attain that thing

Your potential as a human being…is unlimited. You have within you the ability to become and to achieve anything you want

Your vision is limited only by you. The problem is that you don’t know what you should be. It’s not your fault, really: your education has messed you up. It has taken your boundless potential and shrunk it and shaped it into a narrow title

If something is widely accepted and everyone is doing it, it is probably better for you as a dreamer not to do it

It is your responsibility to get the correct knowledge so you can have the correct road map of life. Ignorance is no defense. Ignorance will kill you

The truth is that while you are not totally responsible for what does and doesn’t happen to you, you are responsible for how you respond to what happens to you

There is a big difference between wishing and being a dreamer. Dreamers design their ideal life and work to achieve it everyday. They don’t believe in chance or luck. Wishers wait on a genii to grant their three wishes all their lives. The problem is, if the genii were to ever show up they still wouldn’t know what to wish for!

It may seem hard to take full responsibility for your life, but ultimately you will find it is the single most empowering decision you will ever make

There is a reason why a lot of people don’t believe in positive thinking and that kind of thing. It is simply that they do not want to face the fact that their lives are totally in their own hands and they are afraid of the immense potential and results if they do so

The amount of effort it takes to fail is the same amount of effort it takes to succeed as far as the mind is concerned. It is your responsibility to provide it with the right seeds of thought

Like the gardener who takes tender care of his garden, slowly weeding out the unwanted plants and giving care and nurturing to the desired plants, you must get rid of the negative thoughts and replace them with positive ones.

You tongue is your master tool. As an artist uses a brush to paint a work of art, so you use your tongue to paint the masterpiece or the nightmare that is your life.

What you believe does not change the truth.

You must plan your life with much more care and attention than you would plan your business and your work. Stop living by waiting on chance and luck to make you happy, rich or healthy.

One thing is for sure. The past is dead and gone. We can’t go back there. The future is the only thing we have control over. Right here and right now is the only time we have that control.

We subordinate our dreams for our jobs, our bosses, our friends, our parents and a whole lot of other people and activities. We should instead place our hopes and dreams as the most important thing everyday.

There is a price to be paid for attaining greatness and at times that means doing things we don’t necessarily enjoy or want to do.

The person who is always looking for the easiest way to get something is a person that never matures in character.

But I dare say that the person that is a failure also did something extraordinary or special to be in that situation. They worked very hard at becoming and remaining failures.

When you mind someone else’s business they may be achieving their objectives, but you are definitely not. It doesn’t matter how big your salary is. The fact is your boss or the owner of the business will always make more money than you.

Dreamers, who are achievers, have the win/win mentality. Not only do they know that they are capable of and will succeed, but they realise that their success does not depend on other people’s failure. To the contrary, their success depends on other people’s success.

Life is not a race against other people. It is a one man race. You determine the destination, the route, the time limits and the prize.

Do not ever make the mistake of thinking you will be happy when you are achieve this and that in the future. If you are miserable now, you will be miserable when you get there unless you change your mindset.

Happiness is a state of mind that has little to do with material or social success.

The process of being happy is simply to replace the unhappiness-producing habits with happiness-producing habits.

The longer you take to deal with your problems the bigger they will grow and the harder it will be to sort them out.

Fear will paralyze you if you do not deal with it. It will absolutely stop you from living a life that you desire. Recognize it. Conquer it.

Motivation-For-Dreamers.com




Rabu, 19 Januari 2011

Perjalanan Menuju Karang Sambung -versi saia-

Selasa, 18 Januari 2011
"Diharapkan seluruh mahasiswa geografi semester 1 hadir dalam pembekalan ke Karang Sambung di gedung G". Kenyataannya nggak semuanya hadir, mungkin karena masih ada yang di rumah gara-gara habis UAS langsung mudik (nanggungi banget yakin). Isi pembekalan antara lain : Besok kumpul jam 05.30 dan berangkat TEPAT pukul 06.00, lalu pembayaran mendapat tambahan Rp. 5000 untuk pergi ke Pantai Ayah, lalu membawa perlengkapan(Almamater, mukena, alat tulis, dll - yang dirasa perlu untuk dibawa-), untuk bis, semua pasti kebagian (kye maksude kebagian apa disit?).Akhirnya semua ketentuan telah disepakati dan tinggal menunggu hari H'nya.

Rabu, 19 Januari 2011
Mungkin di antara semuanya, saya yang paling gasik sampai kampus, maju setengah jam dari yang dijadwalkan. Daripada sendirian di kampus, mending ke kosan temen. Dari kosan, kami berangkat menuju kampus pukul 6 (ngenteni wong dandan) hastily, ya kami takut di tinggal karena kemarin bilang berangkat dari sini ON TIME! pukul 06.00
Kenyataannya ... bis melaju dari kampus LEWAT jam 06.00 (ya antarane jam setengah pituan) dan banyak diantara teman-teman kami yang tidak kebagian tempat duduk, alhasil ya jadi kenet dadakan (sing sabar ya), dan saia kebagian tempat duduk paling belakang tepat diatas roda (siap-siap d'kocok kyeh).
OTW to Karang Sambung village... lewat Sokaraja, Banyumas, Gombong,dll.Jalannya terlalu halus untuk dilewati . . . perut kamipun mulai terkocok-kocok (ibarat seprit, wis ngumpruk ndean). Meninggalkan kota Banyumas Satria, jalan yang dilalui mulai berkelak-kelok seperti ular (maksude,nggilani), hasrat ingin tidurpun tidak bisa dilampiaskan. Justru saya yang jadi sandaran tidur teman-teman (Omg! i'm still looking for the right person for me lean), huhft...
Memasuki desa Karang Sambung, jalannya semakin berliku tajam (tambah nggilani), naik turun nikung . . . hrrrggghhh
saya kira sudah hampir sampai lokasi, ternyata eh ternyata . . . masi jauuhh ... perut semakin mules (d'kocok-kocok baen), pengen makan jajan udah ngga nafsu, apalagi buat tidur . . .

Pukul 09.00 WIB
Kami sampai di Kampus Karang Sambung nan asri... (hheee). inilah titik permulaan ketidak nyamanan saya (ngapurane). Menuju kampus, ternyata mesti naik tangga . . . bertangga-tangga yang cukup membuat kami terutama saya ngos-ngosan(yakin lah sooon). Kurang lebih 2 jam kami mengikuti kuliah umum tentang geomorfologi, geologi dan tentunya tentang batu-batuan. Hm,,, tema yang cukup pas untuk membuat saya jadi tambah ngantuk . . .
Selesai pukul 11.00, kami beserta pemandu keluar menuju bis masing-masing, tapi sebelum itu kami diberi makan siang dulu (kbeneran kye... urung sarapan). Kira-kira pukul 12.00 bis melaju ke lokasi peneltian. Saya yang ada di bis satu, kebagian lokasi yang terjauh dulu ...(nderik banget lah). Tapi sebelum itu, kita break untuk sholat di mushola setempat.
setelah selesay semuanya, kami berjalan menuju lokasi pertama. Jalan yang kami lalui..... Ampuuunnnnnn dah . . . jauhh banget, lewat sawah, jalannya becek, nyabrang kali . . . (ngungkuli bolang), saat itu pula saia berpikir..."seperti inikah kegiatan outdoor anak geografi ?". Untuk sedikit menghilangkan rasa bosan dan capek, saya keluarkan camdig untuk berfoto-foto, ya foto temen-temen..foto sapi yang lagi mandi di kali, foto pemandangan, dll. Sesampainya di lokasi tujuan, Subhanallah . . .amazing...., batunya gede-gede banget..., saking sibuknya foto-foto batuan, saya sampai nggak sempet nulis materi yang disampaikan oleh pemandu. Yang saya dengar, sekarang itu kita sedang ada di dasar samudra (waaaaoooww), Unbelievable! Selesai materi, kami semua menyepatkan untuk berfoto dengan background batuan tersebut...(Assyiikk). Dalam perjalanan menuju ke bis, jalan yang dilaui masih sama. Tapi karena berhubung bertabrakan dengan kelompok lain, akhirnya saya dan beberapa teman memutuskan untuk mengambil alternatif jalan lain yang kami rasa itu baik (padahal sama sekali ora.... lewih parah malah!!!), yaitu lewat tengah sawah yang jalan lintasannya nggak lebih dari 30 cm (ciut banget mbookkk). Teman, kau tak tahu betapa susahnya aku melewatinya...hapir saja aku dan temanku jatuh ke sawah. I was very careful . . . sampai-sampai saya lupa dengan kamera yang saya pegang. Saat saia akan naik ke atas, tangan saya mencoba meraih pohon yang ada di atas, tapi . . . tangan tak sampai dan jatuhlah camdig saia (aaaaaaaarrrrrrrgggghhh!!!!!!!!), teman saya yang ada di atas segera turun dan mengambilkan camdig saia. Tamatlah riwayatku . . . kau tahu apa yang ada dipikiran saya saat itu ??? hhh....
I tried to be calm with this situation.... Salah satu teman menyarankan untuk menjemur camdig itu (Ujare memean appaa ?!), saya menolaknya. Saya lebih memilih untuk mengelap camdig itu dengan tishu, dan saya coba untuk menyalakannya lagi. Alhamdulillah nyala . . . dan masih bisa untuk mengambil foto . . . Untuk sementara perasaan saya agak tenang . . . Sesampainya di bis, saya coba untuk menyalakannya lagi, tapi . . . . TIDDAK BISSA.... RUSAK! Panas dingin tubuhku... bener-bener panik! Wasalam kye tah.... Memorinya basah-rusak! layarnya kemasukan air, jadi kalo nyala, layarnya kayak ada awannya... Sejak saat itu, saya jadi nggak konsen ketika pak pemandu menjelaskan materi di beberapa lokasi lainnya, yang ada dipikiranku saat itu hanya camdig. camdig dan camdig! Kemudian saya sms ke kakak, berharap ada solusi untuk camdig ini. Disaat yang sangat amat dibutuhkan ini, ternyata tak ada sinyaL, eerrrggghhh . . . . Sabar...Sabar... ya, saya sabar sampai kembali lagi ke kampus karangsambung, untungnya disana ada sinyaL. Lalu kakak saya telpon, dan saya menjelaskan ini itu ini itu bla bla bla . . .
dan kali ini, benar-benar tidak bisa dipakai lagi. Sejak saat itu, saya benar-benar tidak bersemangat lagi berada disana, saya bsangat ingin pulang! Saya berharap, rencana untuk pergi ke Pantai Ayah dibatalkan saja! Dan Allah mengabulkannya! karena hari sudah terlalu sore, dan tidak memungkinkan untuk pergi kesana,, jadi rencana ke Pantai Ayah DIBATALKAN (horree!!)

Pukul 16.30 WIB
Sangat ngaret dari jadwal yang diperkirakan, kami semua akhirnya meninggalkan Kampus Karangsambung menuju Purwokerto. Masih sama seperti awal keberangkatan, saya duduk di jok paling belakang, dan para kenet dadakannya masih tetap seperti pertama berangkat. Teman, kautahu apa yang ku rasakan saat itu ? Panas, Capek, Pegel, Laper, Pusing, Perut Sakit... ah lengkap! Di tambah jalannya yang... hhuuhh, ampuunn....
Semuanya jadi tambah... tambah panas, tambah pegel, tambah laper, tambah bikin muleszz! Ngantuk ? of course! tidur ? ooo... tidak bisssaaa!
Sayaakan sabar dua jam saja, ya hanya dua jam untuk sampai ke kampus! Lalu saya tunggu jemputan, lalu pulang, lalu mandi, lalu tidur!!
Dan selesai sudah perjalanan ini, Satu lagi... jangan ingat-ingat kejadian tadi lagi..!!! sudah cukup! titik!

Wassalam,,















Kamis, 23 Desember 2010

Bagaimana Benua Afrika Terbelah ???


Segitiga Afar, memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, adalah retakan terbesar di Bumi.
VIVAnews - Umumnya, pembentukan sungai, laut, atau gunung terjadi dalam waktu yang sangat lambat. Namun, kasus yang terjadi di Afar, kawasan utara Ethiopia, lain dari yang lain. Sebuah samudera mulai terbentuk dengan kecepatan luar biasa, untuk ukuran standar geologi.

Pada tahun 2005, Dereje Ayalew dan rekan-rekannya yang merupakan geolog dari Addis Ababa University terkejut, dan bahkan ketakutan. Bagaimana tidak, mereka baru saja turun dari helikopter dan menginjakkan kaki di dataran gurun di Ethiopia, saat bumi yang mereka pijak berguncang.

Sontak, pilot berteriak memanggil mereka kembali ke helikopter, dan benar saja. Seketika itu Bumi terbelah. Retakan tanah membuka dengan cepat dan bergerak menuju ke arah peneliti layaknya ritsleting yang membuka.

Setelah beberapa saat, tanah berhenti bergerak dan setelah pulih dari keterkejutannya, Ayalew dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka baru saja menyaksikan sejarah. Untuk pertamakalinya, manusia dapat menyaksikan tahap pertama lahirnya sebuah samudera.

Fenomena Abnormal
Normalnya, perubahan yang terjadi pada permukaan Bumi nyaris tidak kentara. Seumur hidup manusia terlalu singkat untuk menyaksikan sungai berbelok arah, gunung bertambah tinggi, atau terbukanya lembah baru.

Akan tetapi, di Afar, dalam beberapa bulan muncul ratusan celah yang memisahkan dasar gurun. Di saat yang sama, ilmuwan mendapati kenaikan ketinggian magma dari dalam Bumi semakin mendekati permukaan tanah.

Magma ini nantinya akan membentuk basal yang menjadi dasar samudera. Secara geologi, Seperti dikutip dari Spiegel, 13 Desember 2010, tak lama kemudian air dari Laut Merah akan memenuhi kawasan yang turun tersebut. Samudera akan lahir dan memecah Afrika.

Fenomena dramatis yang disaksikan Ayalew dan rekan-rekannya di gurun pasir Afar pada 26 September 2005 lalu merupakan bukti nyata proses itu. Terbukanya celah diikuti gempa bumi yang berlangsung terus menerus selama seminggu.

Dalam beberapa bulan kemudian, ratusan celah lain muncul di tanah, menyebar di kawasan seluas sekitar 900 kilometer persegi. “Bumi tidak berhenti bergerak setelahnya,” kata Tim Wright, geofisikawan dari University of Oxford. “Tanah masih terus terbelah dan tenggelam. Gempa bumi kecil masih terus mengguncang kawasan itu,” ucapnya.

Retakan yang terjadi di AfrikaSegitiga Afar, yang memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, merupakan retakan terbesar di Bumi. Di bawahnya, ada tiga lempeng tektonik di mana lempeng Afrika dan Arab semakin menjauh dengan kecepatan 1 sampai 2 sentimeter per tahun. Ketika dua lempeng bergerak menjauh, tanah di atasnya anjlok dan menyediakan ruang untuk menampung air dari Laut Merah.

Pergerakan Tektonik
Lempeng bumi yang terus bergerak mengakibatkan Segitiga Afar tenggelam dengan cepat. Bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut.

Saat ini, dataran tinggi yang mengelilingi penurunan Afar masih mampu mencegah air dari Laut Merah masuk ke kawasan ini. Akan tetapi, erosi dan pergerakan lempeng tektonik terus menurunkan ketinggian benteng alami tersebut. Belum lagi banjir yang rutin melanda kawasan itu.

Proses terbentuknya laut dari retakan yang terjadi di permukaan BumiSumber magma Afrika adalah sebuah aliran batuan lunak raksasa di perut Bumi dan memotong melintasi benua Afrika. Proses pergerakan magma ini dimulai sekitar 30 juta tahun lalu saat pertamakali lava berhasil mencapai lempeng benua dan kemudian memisahkan semenanjung Arab dengan Afrika dan menghasilkan Laut Merah.

Rangkaian gunung berapi yang berjajar sepanjang sekitar 6 ribu kilometer di bagian timur Afrika juga memberikan bukti bahwa benua Afrika sedang terbelah. Di beberapa bagian, kerak bumi sudah mulai terbuka dan memungkinkan magma di bawahnya merangsak naik.

Dari Laut Merah di utara, sampai ke Mozambik di selatan, lusinan gunung berapi telah terbentuk. Gunung Kilimanjaro dan Nyiragongo merupakan dua yang terpopuler.

Menurut geofisikawan, dalam 10 juta tahun ke depan, gunung-gunung berapi aktif ini dan juga kawasan dataran di sekitar retakan-retakan Afar, pada akhirnya akan tenggelam ke dalam laut.

Jumat, 17 Desember 2010

Manfaat Gempa Bumi

VIVAnews - Gempa bumi, atau istilah lainnya adalah quake, tremor, atau temblor merupakan fenomena pelepasan secara tiba-tiba energi yang ada di kerak bumi yang mengakibatkan gelombang seismik yang skalanya diukur dengan seismograf. Semakin tinggi magnitudonya, semakin parah guncangan akibat pergeseran kerak bumi itu.

Di permukaan bumi, gempa muncul dengan wujud guncangan dan terkadang menggeser tanah. Jika pusat gempa terjadi di lepas pantai, dasar laut kadang mengalami pergeseran yang cukup besar yang dapat menyebabkan tsunami. Guncangan gempa juga bisa memicu tanah longsor dan kadang menghidupkan kembali aktivitas gunung volkanik.

Meski demikian, gempa bumi bukanlah fenomena yang mengerikan saja. Ternyata, menurut Hugh Ross, astrofisikawan asal Royal Astronomical Society, Montreal, Kanada, ada manfaat lain yang ditimbulkan oleh gempa bumi.

“Apakah kita membutuhkan gempa bumi? Jawabannya adalah, Ya,” kata Ross, seperti dikutip dari CosmicFingerprints, 17 Desember 2010. “Tanpa adanya gempa bumi atau aktivitas lempeng tektonik, nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan di atas tanah akan terkikis dari benua dan terkumpul di samudera,” kata Ross.

Setelah beberapa waktu tanpa gempa bumi, kata Ross, kehidupan akan semakin sulit di daratan, meski kehidupan di lautan masih berjalan dengan normal.

“Berkat aktivitas gempa bumi, nutrisi dan mineral-mineral lain yang terkandung di samudera bisa didaur ulang ke permukaan benua,” kata Ross. “Kita dapat melihat dengan jelas jumlah dan intensitas gempa yang terjadi yang dapat menjaga siklus daur ulang itu. Akan tetapi, bagi kita yang tinggal di perkotaan, dampaknya tidak terlalu terasa,” ucapnya.

• VIVAnews