Selasa, 18 Januari 2011
"Diharapkan seluruh mahasiswa geografi semester 1 hadir dalam pembekalan ke Karang Sambung di gedung G". Kenyataannya nggak semuanya hadir, mungkin karena masih ada yang di rumah gara-gara habis UAS langsung mudik (nanggungi banget yakin). Isi pembekalan antara lain : Besok kumpul jam 05.30 dan berangkat TEPAT pukul 06.00, lalu pembayaran mendapat tambahan Rp. 5000 untuk pergi ke Pantai Ayah, lalu membawa perlengkapan(Almamater, mukena, alat tulis, dll - yang dirasa perlu untuk dibawa-), untuk bis, semua pasti kebagian (kye maksude kebagian apa disit?).Akhirnya semua ketentuan telah disepakati dan tinggal menunggu hari H'nya.
Rabu, 19 Januari 2011
Mungkin di antara semuanya, saya yang paling gasik sampai kampus, maju setengah jam dari yang dijadwalkan. Daripada sendirian di kampus, mending ke kosan temen. Dari kosan, kami berangkat menuju kampus pukul 6 (ngenteni wong dandan) hastily, ya kami takut di tinggal karena kemarin bilang berangkat dari sini ON TIME! pukul 06.00
Kenyataannya ... bis melaju dari kampus LEWAT jam 06.00 (ya antarane jam setengah pituan) dan banyak diantara teman-teman kami yang tidak kebagian tempat duduk, alhasil ya jadi kenet dadakan (sing sabar ya), dan saia kebagian tempat duduk paling belakang tepat diatas roda (siap-siap d'kocok kyeh).
OTW to Karang Sambung village... lewat Sokaraja, Banyumas, Gombong,dll.Jalannya terlalu halus untuk dilewati . . . perut kamipun mulai terkocok-kocok (ibarat seprit, wis ngumpruk ndean). Meninggalkan kota Banyumas Satria, jalan yang dilalui mulai berkelak-kelok seperti ular (maksude,nggilani), hasrat ingin tidurpun tidak bisa dilampiaskan. Justru saya yang jadi sandaran tidur teman-teman (Omg! i'm still looking for the right person for me lean), huhft...
Memasuki desa Karang Sambung, jalannya semakin berliku tajam (tambah nggilani), naik turun nikung . . . hrrrggghhh
saya kira sudah hampir sampai lokasi, ternyata eh ternyata . . . masi jauuhh ... perut semakin mules (d'kocok-kocok baen), pengen makan jajan udah ngga nafsu, apalagi buat tidur . . .
Pukul 09.00 WIB
Kami sampai di Kampus Karang Sambung nan asri... (hheee). inilah titik permulaan ketidak nyamanan saya (ngapurane). Menuju kampus, ternyata mesti naik tangga . . . bertangga-tangga yang cukup membuat kami terutama saya ngos-ngosan(yakin lah sooon). Kurang lebih 2 jam kami mengikuti kuliah umum tentang geomorfologi, geologi dan tentunya tentang batu-batuan. Hm,,, tema yang cukup pas untuk membuat saya jadi tambah ngantuk . . .
Selesai pukul 11.00, kami beserta pemandu keluar menuju bis masing-masing, tapi sebelum itu kami diberi makan siang dulu (kbeneran kye... urung sarapan). Kira-kira pukul 12.00 bis melaju ke lokasi peneltian. Saya yang ada di bis satu, kebagian lokasi yang terjauh dulu ...(nderik banget lah). Tapi sebelum itu, kita break untuk sholat di mushola setempat.
setelah selesay semuanya, kami berjalan menuju lokasi pertama. Jalan yang kami lalui..... Ampuuunnnnnn dah . . . jauhh banget, lewat sawah, jalannya becek, nyabrang kali . . . (ngungkuli bolang), saat itu pula saia berpikir..."seperti inikah kegiatan outdoor anak geografi ?". Untuk sedikit menghilangkan rasa bosan dan capek, saya keluarkan camdig untuk berfoto-foto, ya foto temen-temen..foto sapi yang lagi mandi di kali, foto pemandangan, dll. Sesampainya di lokasi tujuan, Subhanallah . . .amazing...., batunya gede-gede banget..., saking sibuknya foto-foto batuan, saya sampai nggak sempet nulis materi yang disampaikan oleh pemandu. Yang saya dengar, sekarang itu kita sedang ada di dasar samudra (waaaaoooww), Unbelievable! Selesai materi, kami semua menyepatkan untuk berfoto dengan background batuan tersebut...(Assyiikk). Dalam perjalanan menuju ke bis, jalan yang dilaui masih sama. Tapi karena berhubung bertabrakan dengan kelompok lain, akhirnya saya dan beberapa teman memutuskan untuk mengambil alternatif jalan lain yang kami rasa itu baik (padahal sama sekali ora.... lewih parah malah!!!), yaitu lewat tengah sawah yang jalan lintasannya nggak lebih dari 30 cm (ciut banget mbookkk). Teman, kau tak tahu betapa susahnya aku melewatinya...hapir saja aku dan temanku jatuh ke sawah. I was very careful . . . sampai-sampai saya lupa dengan kamera yang saya pegang. Saat saia akan naik ke atas, tangan saya mencoba meraih pohon yang ada di atas, tapi . . . tangan tak sampai dan jatuhlah camdig saia (aaaaaaaarrrrrrrgggghhh!!!!!!!!), teman saya yang ada di atas segera turun dan mengambilkan camdig saia. Tamatlah riwayatku . . . kau tahu apa yang ada dipikiran saya saat itu ??? hhh....
I tried to be calm with this situation.... Salah satu teman menyarankan untuk menjemur camdig itu (Ujare memean appaa ?!), saya menolaknya. Saya lebih memilih untuk mengelap camdig itu dengan tishu, dan saya coba untuk menyalakannya lagi. Alhamdulillah nyala . . . dan masih bisa untuk mengambil foto . . . Untuk sementara perasaan saya agak tenang . . . Sesampainya di bis, saya coba untuk menyalakannya lagi, tapi . . . . TIDDAK BISSA.... RUSAK! Panas dingin tubuhku... bener-bener panik! Wasalam kye tah.... Memorinya basah-rusak! layarnya kemasukan air, jadi kalo nyala, layarnya kayak ada awannya... Sejak saat itu, saya jadi nggak konsen ketika pak pemandu menjelaskan materi di beberapa lokasi lainnya, yang ada dipikiranku saat itu hanya camdig. camdig dan camdig! Kemudian saya sms ke kakak, berharap ada solusi untuk camdig ini. Disaat yang sangat amat dibutuhkan ini, ternyata tak ada sinyaL, eerrrggghhh . . . . Sabar...Sabar... ya, saya sabar sampai kembali lagi ke kampus karangsambung, untungnya disana ada sinyaL. Lalu kakak saya telpon, dan saya menjelaskan ini itu ini itu bla bla bla . . .
dan kali ini, benar-benar tidak bisa dipakai lagi. Sejak saat itu, saya benar-benar tidak bersemangat lagi berada disana, saya bsangat ingin pulang! Saya berharap, rencana untuk pergi ke Pantai Ayah dibatalkan saja! Dan Allah mengabulkannya! karena hari sudah terlalu sore, dan tidak memungkinkan untuk pergi kesana,, jadi rencana ke Pantai Ayah DIBATALKAN (horree!!)
Pukul 16.30 WIB
Sangat ngaret dari jadwal yang diperkirakan, kami semua akhirnya meninggalkan Kampus Karangsambung menuju Purwokerto. Masih sama seperti awal keberangkatan, saya duduk di jok paling belakang, dan para kenet dadakannya masih tetap seperti pertama berangkat. Teman, kautahu apa yang ku rasakan saat itu ? Panas, Capek, Pegel, Laper, Pusing, Perut Sakit... ah lengkap! Di tambah jalannya yang... hhuuhh, ampuunn....
Semuanya jadi tambah... tambah panas, tambah pegel, tambah laper, tambah bikin muleszz! Ngantuk ? of course! tidur ? ooo... tidak bisssaaa!
Sayaakan sabar dua jam saja, ya hanya dua jam untuk sampai ke kampus! Lalu saya tunggu jemputan, lalu pulang, lalu mandi, lalu tidur!!
Dan selesai sudah perjalanan ini, Satu lagi... jangan ingat-ingat kejadian tadi lagi..!!! sudah cukup! titik!
Wassalam,,
"Diharapkan seluruh mahasiswa geografi semester 1 hadir dalam pembekalan ke Karang Sambung di gedung G". Kenyataannya nggak semuanya hadir, mungkin karena masih ada yang di rumah gara-gara habis UAS langsung mudik (nanggungi banget yakin). Isi pembekalan antara lain : Besok kumpul jam 05.30 dan berangkat TEPAT pukul 06.00, lalu pembayaran mendapat tambahan Rp. 5000 untuk pergi ke Pantai Ayah, lalu membawa perlengkapan(Almamater, mukena, alat tulis, dll - yang dirasa perlu untuk dibawa-), untuk bis, semua pasti kebagian (kye maksude kebagian apa disit?).Akhirnya semua ketentuan telah disepakati dan tinggal menunggu hari H'nya.
Rabu, 19 Januari 2011
Mungkin di antara semuanya, saya yang paling gasik sampai kampus, maju setengah jam dari yang dijadwalkan. Daripada sendirian di kampus, mending ke kosan temen. Dari kosan, kami berangkat menuju kampus pukul 6 (ngenteni wong dandan) hastily, ya kami takut di tinggal karena kemarin bilang berangkat dari sini ON TIME! pukul 06.00
Kenyataannya ... bis melaju dari kampus LEWAT jam 06.00 (ya antarane jam setengah pituan) dan banyak diantara teman-teman kami yang tidak kebagian tempat duduk, alhasil ya jadi kenet dadakan (sing sabar ya), dan saia kebagian tempat duduk paling belakang tepat diatas roda (siap-siap d'kocok kyeh).
OTW to Karang Sambung village... lewat Sokaraja, Banyumas, Gombong,dll.Jalannya terlalu halus untuk dilewati . . . perut kamipun mulai terkocok-kocok (ibarat seprit, wis ngumpruk ndean). Meninggalkan kota Banyumas Satria, jalan yang dilalui mulai berkelak-kelok seperti ular (maksude,nggilani), hasrat ingin tidurpun tidak bisa dilampiaskan. Justru saya yang jadi sandaran tidur teman-teman (Omg! i'm still looking for the right person for me lean), huhft...
Memasuki desa Karang Sambung, jalannya semakin berliku tajam (tambah nggilani), naik turun nikung . . . hrrrggghhh
saya kira sudah hampir sampai lokasi, ternyata eh ternyata . . . masi jauuhh ... perut semakin mules (d'kocok-kocok baen), pengen makan jajan udah ngga nafsu, apalagi buat tidur . . .
Pukul 09.00 WIB
Kami sampai di Kampus Karang Sambung nan asri... (hheee). inilah titik permulaan ketidak nyamanan saya (ngapurane). Menuju kampus, ternyata mesti naik tangga . . . bertangga-tangga yang cukup membuat kami terutama saya ngos-ngosan(yakin lah sooon). Kurang lebih 2 jam kami mengikuti kuliah umum tentang geomorfologi, geologi dan tentunya tentang batu-batuan. Hm,,, tema yang cukup pas untuk membuat saya jadi tambah ngantuk . . .
Selesai pukul 11.00, kami beserta pemandu keluar menuju bis masing-masing, tapi sebelum itu kami diberi makan siang dulu (kbeneran kye... urung sarapan). Kira-kira pukul 12.00 bis melaju ke lokasi peneltian. Saya yang ada di bis satu, kebagian lokasi yang terjauh dulu ...(nderik banget lah). Tapi sebelum itu, kita break untuk sholat di mushola setempat.
setelah selesay semuanya, kami berjalan menuju lokasi pertama. Jalan yang kami lalui..... Ampuuunnnnnn dah . . . jauhh banget, lewat sawah, jalannya becek, nyabrang kali . . . (ngungkuli bolang), saat itu pula saia berpikir..."seperti inikah kegiatan outdoor anak geografi ?". Untuk sedikit menghilangkan rasa bosan dan capek, saya keluarkan camdig untuk berfoto-foto, ya foto temen-temen..foto sapi yang lagi mandi di kali, foto pemandangan, dll. Sesampainya di lokasi tujuan, Subhanallah . . .amazing...., batunya gede-gede banget..., saking sibuknya foto-foto batuan, saya sampai nggak sempet nulis materi yang disampaikan oleh pemandu. Yang saya dengar, sekarang itu kita sedang ada di dasar samudra (waaaaoooww), Unbelievable! Selesai materi, kami semua menyepatkan untuk berfoto dengan background batuan tersebut...(Assyiikk). Dalam perjalanan menuju ke bis, jalan yang dilaui masih sama. Tapi karena berhubung bertabrakan dengan kelompok lain, akhirnya saya dan beberapa teman memutuskan untuk mengambil alternatif jalan lain yang kami rasa itu baik (padahal sama sekali ora.... lewih parah malah!!!), yaitu lewat tengah sawah yang jalan lintasannya nggak lebih dari 30 cm (ciut banget mbookkk). Teman, kau tak tahu betapa susahnya aku melewatinya...hapir saja aku dan temanku jatuh ke sawah. I was very careful . . . sampai-sampai saya lupa dengan kamera yang saya pegang. Saat saia akan naik ke atas, tangan saya mencoba meraih pohon yang ada di atas, tapi . . . tangan tak sampai dan jatuhlah camdig saia (aaaaaaaarrrrrrrgggghhh!!!!!!!!), teman saya yang ada di atas segera turun dan mengambilkan camdig saia. Tamatlah riwayatku . . . kau tahu apa yang ada dipikiran saya saat itu ??? hhh....
I tried to be calm with this situation.... Salah satu teman menyarankan untuk menjemur camdig itu (Ujare memean appaa ?!), saya menolaknya. Saya lebih memilih untuk mengelap camdig itu dengan tishu, dan saya coba untuk menyalakannya lagi. Alhamdulillah nyala . . . dan masih bisa untuk mengambil foto . . . Untuk sementara perasaan saya agak tenang . . . Sesampainya di bis, saya coba untuk menyalakannya lagi, tapi . . . . TIDDAK BISSA.... RUSAK! Panas dingin tubuhku... bener-bener panik! Wasalam kye tah.... Memorinya basah-rusak! layarnya kemasukan air, jadi kalo nyala, layarnya kayak ada awannya... Sejak saat itu, saya jadi nggak konsen ketika pak pemandu menjelaskan materi di beberapa lokasi lainnya, yang ada dipikiranku saat itu hanya camdig. camdig dan camdig! Kemudian saya sms ke kakak, berharap ada solusi untuk camdig ini. Disaat yang sangat amat dibutuhkan ini, ternyata tak ada sinyaL, eerrrggghhh . . . . Sabar...Sabar... ya, saya sabar sampai kembali lagi ke kampus karangsambung, untungnya disana ada sinyaL. Lalu kakak saya telpon, dan saya menjelaskan ini itu ini itu bla bla bla . . .
dan kali ini, benar-benar tidak bisa dipakai lagi. Sejak saat itu, saya benar-benar tidak bersemangat lagi berada disana, saya bsangat ingin pulang! Saya berharap, rencana untuk pergi ke Pantai Ayah dibatalkan saja! Dan Allah mengabulkannya! karena hari sudah terlalu sore, dan tidak memungkinkan untuk pergi kesana,, jadi rencana ke Pantai Ayah DIBATALKAN (horree!!)
Pukul 16.30 WIB
Sangat ngaret dari jadwal yang diperkirakan, kami semua akhirnya meninggalkan Kampus Karangsambung menuju Purwokerto. Masih sama seperti awal keberangkatan, saya duduk di jok paling belakang, dan para kenet dadakannya masih tetap seperti pertama berangkat. Teman, kautahu apa yang ku rasakan saat itu ? Panas, Capek, Pegel, Laper, Pusing, Perut Sakit... ah lengkap! Di tambah jalannya yang... hhuuhh, ampuunn....
Semuanya jadi tambah... tambah panas, tambah pegel, tambah laper, tambah bikin muleszz! Ngantuk ? of course! tidur ? ooo... tidak bisssaaa!
Sayaakan sabar dua jam saja, ya hanya dua jam untuk sampai ke kampus! Lalu saya tunggu jemputan, lalu pulang, lalu mandi, lalu tidur!!
Dan selesai sudah perjalanan ini, Satu lagi... jangan ingat-ingat kejadian tadi lagi..!!! sudah cukup! titik!
Wassalam,,

0 komentar:
Posting Komentar