Kamis, 23 Desember 2010

Bagaimana Benua Afrika Terbelah ???


Segitiga Afar, memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, adalah retakan terbesar di Bumi.
VIVAnews - Umumnya, pembentukan sungai, laut, atau gunung terjadi dalam waktu yang sangat lambat. Namun, kasus yang terjadi di Afar, kawasan utara Ethiopia, lain dari yang lain. Sebuah samudera mulai terbentuk dengan kecepatan luar biasa, untuk ukuran standar geologi.

Pada tahun 2005, Dereje Ayalew dan rekan-rekannya yang merupakan geolog dari Addis Ababa University terkejut, dan bahkan ketakutan. Bagaimana tidak, mereka baru saja turun dari helikopter dan menginjakkan kaki di dataran gurun di Ethiopia, saat bumi yang mereka pijak berguncang.

Sontak, pilot berteriak memanggil mereka kembali ke helikopter, dan benar saja. Seketika itu Bumi terbelah. Retakan tanah membuka dengan cepat dan bergerak menuju ke arah peneliti layaknya ritsleting yang membuka.

Setelah beberapa saat, tanah berhenti bergerak dan setelah pulih dari keterkejutannya, Ayalew dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka baru saja menyaksikan sejarah. Untuk pertamakalinya, manusia dapat menyaksikan tahap pertama lahirnya sebuah samudera.

Fenomena Abnormal
Normalnya, perubahan yang terjadi pada permukaan Bumi nyaris tidak kentara. Seumur hidup manusia terlalu singkat untuk menyaksikan sungai berbelok arah, gunung bertambah tinggi, atau terbukanya lembah baru.

Akan tetapi, di Afar, dalam beberapa bulan muncul ratusan celah yang memisahkan dasar gurun. Di saat yang sama, ilmuwan mendapati kenaikan ketinggian magma dari dalam Bumi semakin mendekati permukaan tanah.

Magma ini nantinya akan membentuk basal yang menjadi dasar samudera. Secara geologi, Seperti dikutip dari Spiegel, 13 Desember 2010, tak lama kemudian air dari Laut Merah akan memenuhi kawasan yang turun tersebut. Samudera akan lahir dan memecah Afrika.

Fenomena dramatis yang disaksikan Ayalew dan rekan-rekannya di gurun pasir Afar pada 26 September 2005 lalu merupakan bukti nyata proses itu. Terbukanya celah diikuti gempa bumi yang berlangsung terus menerus selama seminggu.

Dalam beberapa bulan kemudian, ratusan celah lain muncul di tanah, menyebar di kawasan seluas sekitar 900 kilometer persegi. “Bumi tidak berhenti bergerak setelahnya,” kata Tim Wright, geofisikawan dari University of Oxford. “Tanah masih terus terbelah dan tenggelam. Gempa bumi kecil masih terus mengguncang kawasan itu,” ucapnya.

Retakan yang terjadi di AfrikaSegitiga Afar, yang memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, merupakan retakan terbesar di Bumi. Di bawahnya, ada tiga lempeng tektonik di mana lempeng Afrika dan Arab semakin menjauh dengan kecepatan 1 sampai 2 sentimeter per tahun. Ketika dua lempeng bergerak menjauh, tanah di atasnya anjlok dan menyediakan ruang untuk menampung air dari Laut Merah.

Pergerakan Tektonik
Lempeng bumi yang terus bergerak mengakibatkan Segitiga Afar tenggelam dengan cepat. Bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut.

Saat ini, dataran tinggi yang mengelilingi penurunan Afar masih mampu mencegah air dari Laut Merah masuk ke kawasan ini. Akan tetapi, erosi dan pergerakan lempeng tektonik terus menurunkan ketinggian benteng alami tersebut. Belum lagi banjir yang rutin melanda kawasan itu.

Proses terbentuknya laut dari retakan yang terjadi di permukaan BumiSumber magma Afrika adalah sebuah aliran batuan lunak raksasa di perut Bumi dan memotong melintasi benua Afrika. Proses pergerakan magma ini dimulai sekitar 30 juta tahun lalu saat pertamakali lava berhasil mencapai lempeng benua dan kemudian memisahkan semenanjung Arab dengan Afrika dan menghasilkan Laut Merah.

Rangkaian gunung berapi yang berjajar sepanjang sekitar 6 ribu kilometer di bagian timur Afrika juga memberikan bukti bahwa benua Afrika sedang terbelah. Di beberapa bagian, kerak bumi sudah mulai terbuka dan memungkinkan magma di bawahnya merangsak naik.

Dari Laut Merah di utara, sampai ke Mozambik di selatan, lusinan gunung berapi telah terbentuk. Gunung Kilimanjaro dan Nyiragongo merupakan dua yang terpopuler.

Menurut geofisikawan, dalam 10 juta tahun ke depan, gunung-gunung berapi aktif ini dan juga kawasan dataran di sekitar retakan-retakan Afar, pada akhirnya akan tenggelam ke dalam laut.

Jumat, 17 Desember 2010

Manfaat Gempa Bumi

VIVAnews - Gempa bumi, atau istilah lainnya adalah quake, tremor, atau temblor merupakan fenomena pelepasan secara tiba-tiba energi yang ada di kerak bumi yang mengakibatkan gelombang seismik yang skalanya diukur dengan seismograf. Semakin tinggi magnitudonya, semakin parah guncangan akibat pergeseran kerak bumi itu.

Di permukaan bumi, gempa muncul dengan wujud guncangan dan terkadang menggeser tanah. Jika pusat gempa terjadi di lepas pantai, dasar laut kadang mengalami pergeseran yang cukup besar yang dapat menyebabkan tsunami. Guncangan gempa juga bisa memicu tanah longsor dan kadang menghidupkan kembali aktivitas gunung volkanik.

Meski demikian, gempa bumi bukanlah fenomena yang mengerikan saja. Ternyata, menurut Hugh Ross, astrofisikawan asal Royal Astronomical Society, Montreal, Kanada, ada manfaat lain yang ditimbulkan oleh gempa bumi.

“Apakah kita membutuhkan gempa bumi? Jawabannya adalah, Ya,” kata Ross, seperti dikutip dari CosmicFingerprints, 17 Desember 2010. “Tanpa adanya gempa bumi atau aktivitas lempeng tektonik, nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan di atas tanah akan terkikis dari benua dan terkumpul di samudera,” kata Ross.

Setelah beberapa waktu tanpa gempa bumi, kata Ross, kehidupan akan semakin sulit di daratan, meski kehidupan di lautan masih berjalan dengan normal.

“Berkat aktivitas gempa bumi, nutrisi dan mineral-mineral lain yang terkandung di samudera bisa didaur ulang ke permukaan benua,” kata Ross. “Kita dapat melihat dengan jelas jumlah dan intensitas gempa yang terjadi yang dapat menjaga siklus daur ulang itu. Akan tetapi, bagi kita yang tinggal di perkotaan, dampaknya tidak terlalu terasa,” ucapnya.

• VIVAnews

Minggu, 21 November 2010

Busana Etnik Indonesia

1. Karakteristik Busana Etnik Jawa Barat

Kebaya etnik Jawa Barat sebagai busana tradisional Indonesia memiliki ciri khas
sesuai dengan adat istiadat, budaya dan kebiasaan masyarakat.
Model kebaya dari Jawa Barat memiliki ciri khas pada bagian bentuk garis
leher yaitu berbentuk segi empat atau V, model lengan licin, panjang kebaya
sampai batas garis panggul, adakalanya memakai ger atau tanpa ger. Bahan yang
digunakan pada umumnya adalah bahan katun dengan motif hiasan flora atau polos
dan sebagai pasangannya digunakan kain panjang batik. Kain batik tradisonal
daerah Jawa Barat sama halnya dengan penggunaan kain batik daerah Jawa dan
Bali yaitu motif kapal kandas, kembang kapas, bintang iwak entong, bintang
berunding, bintang lasem urang.

2. Busana Inovasi dari Busana Etnik Jawa Barat

Bagian-bagian pada model kebaya etnik Jawa Barat dapat dimodifikasi pada model
lengan. bentuk garis leher, panjang kebaya, bentuk bagian bawah kebaya, bagian
tengah muka.
1. Model lengan medieval, garis leher tapal kuda, bentuk bagian bagian bawah
pinguin panjang, panjang kebaya sampai lutut, bagian tengah muka lurus
menggunakan kancing bungkus dan sengkelit.
2. Model lengan lonceng, garis leher segi empat pendek, bentuk bagian bawah segi
tiga, panjang kebaya sampai tengah paha, bagian tengah muka lurus
menggunakan kancing tekan.
3. Model lengan Press body, garis leher diamond, bentuk bagian bawah bulat,
panjang kebaya sampai panggul, bagian tengah muka lurus menggunakan
kancing kait.
4. Model lengan licin berbordir, garis leher diamond, bentuk bagian bawah pinguin
pendek, panjang kebaya sampai panggul, bagian tengah muka lurus variasi
border menggunakan kancing tekan.
5. Model lengan lurus berbordir, garis leher segi empat rendah, bentuk bagian
bawah menggunakan seredan, panjang kebaya melebihi mata kaki, bagian tengah
muka lurus variasi border, menggunakan kancing tekan.

Sabtu, 06 November 2010

Pengantar Geografi (1)

A. Pengertian Geografi

Geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu geos yang berarti bumi dan graphien yang berarti lukisan. Secara harfiah, geografi berarti lukisan ataupun gambaran bentuk dari bumi.

Istilah geografi (geographica) pertama kali diperkenalkan oleh Erastotenes pada permulaan abad pertama. Pada saat itu, geografi diartikan sebagai penggambaran permukaan bumi. Pada abad ke-2 muncul tokoh baru bernama Claudius Ptelomeus yang mengartikan geografi sebagai suatu penyajian melalui peta dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi. Pada tahun 1650, Bernadusi Veranus membagi geografi menjadi dua bagian besar, yaitu geografi generalis dan geografi spesialis. Geografi generalis mengkaji tentang permukaan bumi yang berkaitan dengan fenomena fisik. Geografi spesialis mengkaji tentang permukaan bumi berdasarkan fenomena sosial.

Definisi Geografi menurut seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang (1988) adalah Ilmu pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaatan gejala alam dan kehidupan di muka bumi (gejala geosfer) serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

B. Ruang Lingkup dan Objek Studi Geografi

Berdasarkan pengertian geografi, ada 2 aspek utama (ruang lingkup) yang dipelajari dalam geografi, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi fenomena geosfer yang berkaitan dengan keadaan alamiah, seperti keadaan bentuk bumi, perairan, keadaan udara, dunia tumbuhan, dan hewan. Aspek sosial meliputi permasalahan yang berhubungan dengan aktifitas manusia sebagai mahluk sosial.

Objek studi geografi terbagi menjadi 2, yaitu objek material dan objek formal

a. Objek material

Meliputi letak dan gejala atau fenomena yang terdapat dan terjadi di geosfer. Geosfer meliputi litosfer (lapisan batuan kulit bumi), hidrosfer (lapisan air), atmosfer (lapisan udara), biosfer (lapisan/lingkungan hidup hewan dan tumbuhan), dan antroposfer (manusia).

b. Objek formal

Meliputi cara pandang dan cara pikir terhadap objek material dari sudut pandang geografi. Cara pandang dan cara pikir terhadap objek material dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan komplek, serta waktu.

C.Pendekatan Geografi

Gejala geosfer dapat dianalisis dengan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.

1. Pendekatan Keruangan

Pendekatan ini merupakan ciri khas geografi dan yang membedakan ilmu geografi dengan ilmu yang lain.

Analisis dalam sudut pandang keruangan dapat ditinjau dari 3 aspek, yaitu pendekatan topik, pendekatan aktifitas manusia, dan pendekatan regional.

2. Pendekatan Kelingkungan.

Ada beberapa pola perkembangan manusia dan lingkungan alam, yaitu:

a. Manusia tergantung pada lingkungan alam (fisis determinisme), terjadi pada zaman purba, dimana manusia belum menguasai teknologi sehingga hidupnya sangat tergantung pada alam.

b. Manusia menguasai alam (possibilisme), dimana manusia sudah memiliki kemampuan dan teknologi sehingga dapat memanfaatkan alam dengan sebesar-besarnya.

c. Manusia dengan alam saling mempengaruhi, dalam hal ini manusia menyadari bahwa tanpa alam yang lestari manusia tidak bisa apa-apa.

3. Pendekatan Kompleks Kewilayahan

Pendekatan ini menekankan adanya hubungan antara wilayah merupakan wujud dari perbedaan wujud dari perbedaan wilayah. Sebagai contoh, perdagangan timbul disebabkan perbedaan komoditas dan kebutuhan antar wilayah.

D. Prinsip-prinsip Geografi

Dalam geografi ada 4 prinsip dasar, yaitu:

Prinsip Persebaran, artinya gejala-gejala seperti bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia senantiasa tersebar secara tidak merata di permukaan bumi.Geografi menelaah kaitan kondisi fisik dengan penyebaran yang tidak merata itu.

Prinsip Interelasi, artinya fenomena geosfer yang dipelajari selalu memiliki hubungan dengan fenomena geosfer yang lain atau dengan ruang yang ditempatinya.

Prinsip Deskripsi, artinya gejala-gejala geosfer yang dikaji perlu dijelaskan (dideskripsikan). Pendeskripsian itu dapat menggunakan tulisan (kata-kata) atau dengan diagram, grafik, tabel, gambar, atau peta.

Prinsip Korologi, artinya dengan menganalisis suatu wilayah berdasarkan ketiga prinsip sebelumnya maka suatu wilayah akan mempunyai karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern.

E. Konsep Dasar Geografi/10 Konsep Dasar Geografi

1. Lokasi/Letak

Lokasi atau letak adalah kedudukan suatu objek di permukaan bumi. Secara umum, dikenal 2 jenis

lokasi, yaitu lokasi absolut (berdasarkan letak astronomi) dan lokasi relatif (berdasarkan keadaan geografis). Contoh, daerah pegunungan menjadi objek wisata.

2. Jarak

Jarak berkaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan pertahanan suatu negara. Contoh, harga produksi pertanian makin mahal jika jarak makin jauh.

3. Keterjangkauan

Hal ini berkaitan dengan ada tidaknya aksesibilitas, baik jalan maupun sarana yang menjangkau suatu daerah. Contoh, daerah pedalaman akan lebih sulit dijangkau karena tidak adanya sarana angkutan.

4. Pola

Suatu pola tertentu sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang ada.Contoh pola pemukiman memanjang banyak dijumpai di tepi pantai dan sungai.

5. Morfologi

Bentuk muka bumi merupakan hasil dari proses yang terjadi dipermukaan bumi. Contoh, Indonesia memiliki banyak pegunungan karena merupakan jalur pegunungan yang aktif, yakni dilalui Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

6. Aglomerasi

Konsep ini berawal dari pemilihan suatu tempat yang paling menguntungkan dan akan mengarah pada persamaan jenis. Contoh, masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas akan mengelompok pada perumahan tertentu (elit).

7. Nilai kegunaan

Nilai kegunaan dan kepentingan suatu barang di suatu tempat akan berbeda dengan nilai kegunaan dan kepentingan barang tersebut di tempat lain. Contoh, sepeda sangat penting di daerah pantai (landai), namun menjadi tidak penting di daerah pegunungan.

8. Interaksi /interdependensi

Adanya perbedaan akan mempengaruhi hubungan saling ketergantungan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Contoh, wilayah pedesaan menghasilkan komoditas pertanian, sedangkan wilayah perkotaan menghasilkan barang indutri. Hasil pertanian dibutuhkan warga kota, sebalik desa membutuhkan hasil industri.

9. Konsep deferensiasi areal

Unsur atau fenomena lingkungan bersifat dinamis. Integrasinya menghasilkan karakteristik yang berubah dari waktu ke waktu. Integrasi fenomena menjadikan suatu tempat atau wilayah memiliki corak tersendiri sebagai suatu region yang berbeda dari suatu tempat dengan tempat lain.

10. Keterkaitan keruangan

Asosiasi keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain disuatu tempat atau ruangan. Contoh, kemiringan lereng dengan tebal tanah, seperti makin terjal lereng akan disertai dengan fenomena makin tipis tanah karena di lereng yang terjal erosi terjadi lebih intensif.

Jumat, 05 November 2010

6 FAKTA TENTANG MARS

FAKTA YANG PERTAMA

Mars adalah tempat yang sangat dingin.Karena letak Mars jauh dari matahari.Mars juga punya salju lho!.Jadi Kalau mau ke Mars perlu baju penghangat badan!

FAKTA YANG KEDUA

Kalau di Mars,Manusia harus membuat rumah yang tahan radiasi.Kemungkinan,kita bisa membuat rumah dibawah tanah,Atau membuat gedung dari batu bata merah yang dibuat di Mars.Tapi ingat batu bata itu juga harus diseterilkan agar tidak mengandung besi.Soalnya,besi jika kena radiasi matahari bisa menyebabkan kanker.Wah,ini agak repot karena tanah di mars mengandung banyak besi.bikankah tanda-tanda tanah mengandung besi adalah berwarna merah?

FAKTA YANG KETIGA

Udara Mars berupa Karbondioksida.Gas ini membuat manusia akan terasa tercekik tenggorokannya,lalu mati.Karena itu kita perlu alat pembuat Oksigen.Oksigen itu bisa dihasilkan dari batu-batu di Mars

FAKTA YANG KE EMPAT

Letak Mars sangatt jauh dari Bumi.Pesawat antariksa butuh waktu 7 bulan untuk sampai ke mars.Padahal pesawat itu sudah superr cepat loh,Nah,pesawat itu harus ringan supaya hemat bahan bakar.Pesawat itu tidak boleh terbuat dari logam agar tahan radiasi.tapi tenang... kitamenemukan zat hebat untuk membuat pesawat antariksa.Namanya partikel

FAKTA YANG KE LIMA

Manusia perlu air untuk hidup.Tapi di Mars tidak punya air.tapi jangan kuatir..air bisa diperoleh dari salju yag dicairkan bukan?

FAKTA YANG KE ENAM

Atmosfir Mars sangat tipis.Akibatnya cahaya berbahaya bebas masuk ke Mars.Cahaya berbahaya itu disebut radiasi,manusia akan sakit Kanker.Jadi kalo mau ke Mars jangan lupa bawa baju pelindung radiasi!


sumber : www.geografi.web.id

Minggu, 31 Oktober 2010

SpongeBob Mood Badge

SpongeBob Mood Badge: "Put the SpongeBob Mood badge on your page."

Sabtu, 28 Agustus 2010

PENGETAHUAN BARANG TEKSTIL

  • BAB I

    PENGENALAN DAN PEMBELIAN BAHAN TEKSTIL


     

  1. Pemeriksaan Serat

    Tiap-tiap serat tekstil menunjukkan ciri-cirinya. Ciri-ciri tersebut dapat diperiksa dengan berbagai cara, yaitu Pemeriksaan Visual (Mikroskop, memutuskan benang, bahan kimia) dan uji pembakaran.


     

    1. Pemeriksaan Visual

      Dengan memperhatikan, meraba, mengepal sehelai kain, kita mungkin belum dapat mengetahui sefat-sofat kain tekstil. Pada pemeriksaan Visual, beberapa sifat yang perlu diketahui untuk enentukan jenis serat, misalnya :

  • Panjang Serat. Tiap-tiap jenis serat mempunyai panjang tertentu. Panjang serat kapas, 2,5 – 5 cm; lenan, 50 – 75 cm; wool, + 2,5 – 12,5 cm; sutera + 3600 m. serat buatan rayon, polyester dan nilon merupakan benang terus atau disebut filament.
  • Kilau Serat. Serat kapas kurang berkilau, kecuali kalau di sempurnakan melalui proses memerser; serat lenan kilaunya bagus serta jelas; kilau serat sutera sangat bagus dan lembut; serat rayon berkilau tajam menyerupai logam, sedang serat wool tidak berkilau karena keriting (bergelombang).
  • Keriting Serat. Serat wool adalah satu-satunya serat yang mempunyai keriting asli. Keriting ini menyebabkan wool berpori. Serat rayon juga ada yang mempunyai keriting, tetapi keritingnya juga mudah hilang. Keriting raon dibuat dengan cara menggetarkan tutup pemintal.
  • Daya Kenyal. Serat wool mempunyai daya kenyal besar,demikian pula serat sintetis dan serat sutera
  • Kehalusan Serat. Sutera adalah serat yang terhalus diantara serat-serat asli yang lain, kemudian sera sintetis dan serat rayon. Sedangkan serat lenan adalah serat yang cukup kasar.
  • Daya Isap Air dari Udara. Daya isap serat wool sangat besar, dapat menghisap air sampai 40%, tetapi belum terasa basah. Serat sutera dapat menghisap air sampai 30%, Lenan 20% dan kapas 8.5%.
  • Kekuatan Serat. Serat sutera adalah serat yangterkuat diantara serat-serat lain,kemudian nilon, wool, dan kapas. Serat rayon dalam keadaan basah berkurang kekuatannya. Serat sutera lebih kuat dalam keadaan basah dari pada dalam keadaan kering.
  • Daya Kempa. Ialah sifat dari sisik wool yangsaling kait-mengait dengan pertolongan air panas dan sabun. Serabut yang dapat dikempa adalah wool. Ada juga kain wool yang dibuat dari wool yang sudah terpakai (reused wool). Sedangkan bahan wool yang dibuat dari pada sisa wool (cessed wool). Reused wool dan reprocessed wool tidak dapat dikempa karena bagian sisiknya sudah hilang.
  • Serat kapas. Penampang membujur daris erat kapas dibawah mikroskop tampak seperti pita yang pipih dan berpilin-pilin. Pilinan ini disebut pilinan asli.
  • Serat Lenan. Kalau dilihat dibawah mikroskop, bentuknya seperti silinder, dan terlihat ruas-ruas yang menyerupai bentuk batang bamboo.
  • Serat wol. Jika bulu wol dipandang dengan mikroskop, ternyata dindingnya terdiri dari sisik-sisik yang letaknya tindih-menindih. Wol tidak mempunyai lumen, disebabkan sisik-sisik wol maka bulu-bulu mengait satu sama lain.
  • Filamen Sutera. Dengan mikroskop dapat dilihat bahwa dua filament sutera dilakukan dengan perekat, disebut serisin.
  • Filamen Rayon Kupramonuim. Jika dilihat dengan mikroskop tampak berkilau lembut seperti filamen sutera.
  • Serat Rayon Viskosa. Jika dilihat dengan mikroskop tampak seperti benang memanjang, lebar dan licin.
  • Asetat. Bila diletakkan dibawah mikroskop kelihatan berkilau dan mempunyai dua garis yang membagi serat itu.
  • Nilon. Nilon bila diselidiki dengan mikroskop tampak sangat berkilau berbentuk bulat, rata (tidak berbintik) dan jernih (transparant)
  • Dekron. Dilihat dengan mikroskop, tampak lurus, rata dan bulat. Terlihat pula titik-tiitk tersebar duseluruh serat.
  • Orlon. Penampang melintang orlon kalau dilihat dengan mikroskop berbentuk menyerupai tulang anjing, sedangkan bila dilihat dari samping terlihat memanjang, rata dan licin.
  • Saran. Jika dilihat dengan mikroskop, akan kelihatan rata, bulat dan tembus cahaya.
  • Serat Gelas. Jiak dilihat dengan mikroskop kan tampak bulat, tembus cahaya,sangat halus dan amat mudah lentur.
  • Vikara. Jka dilihat dengan mikroskop tampak bulat. Serat Vikara berasal dari sari protein jagung.

Ada beberapa cara untuk mengetahui asal serat dengan menggunakan bahan kimia. yaitu:

  1. Serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan larut dalam asal sulfat.
  2. Serat yang berasal dari hewani seperi wol dan sutera akan larut dalam soda api (kostik soda = sodium hidroksida)
  3. Kaps tidak tahan terhadan kupranomium. Apabila kupranomium diteteskan pada kain kapas,maka kapas larut sehingga kain kapas yang kena kupranomium berlubang.
  4. Wol larut dalam 20% bahan pelantang Na CI.
  5. Asetat tidak tahan terhadap aceton. Kain asetat bila kena aceton akan larut dan berlubabng.
  6. Nilon akan larut dalam 90% phenol.
  7. Gunakan tinta unutk membedakan serat kapas dan lenan.


     

  1. Uji Pembakaran

    Kalau pemeriksaan serat secara visual belum dapat diketahui asal bahan secara pasti, maka sering dilkaukan pemeriksaan dengan jalan yaitu dengan membakar serabut.

    Uji pembakaran dilakukan sebagai berikut :

    1. Ciri serat selulosa :
      1. Benang akan cepat terbakar dan menjalar
      2. Nyalanya berwarna kuning
      3. Waktu terbakar tidakberbau, namun setelah padam berbau seperti kertas terbakar.
      4. Bekas pembakaran merupakan abu yang mudah hancur
      5. Warnanya kelabu
    2. Ciri serat protein ;
      1. Benang sukar terbakar, sedangkan nyalanya akan padam apabila dikeluarkan dari sumber nyala
      2. Berbau seperti rambut terbakar
      3. Bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat,danmudah dihancurkan.
    3. Ciri serat termoplastik
  • Nilon
  1. Bila didekatkan pada nyala api menjadi kering dan menyusut
  2. Bila dibakar, menjalarnya lambat dan tidak menyala hanya meleleh
  3. Meninggalkan bentuk lingkaran yang keras, berwarna coklat
  4. Berbau enak
  • Poliester
  1. Bila didekatkan pada nyala api melebur dan menyusut
  2. Dalam nyala terbakar lembat dan meleleh
  3. Bila dikeluarkan dari nyala biasanya padam sendiri
  4. Berbau zat kimia
  5. Meniggalkan lingkaran yang keras, berwarna hitam, dan liat
  1. Ciri serat mineral
    1. Bila didekatkan pada nyala api tidak dapat terbakar
    2. Didalam nyala tidak dapat meleleh bercahaya terang
    3. Sesudah diambil dari nyala bekasnya tidak berubah, takberbau dan berrwarna hitam.

Kamis, 08 Juli 2010

iNi saYa... laGi bLjr bKin bLog...mAsi bNgung.... smeOne heLp me, pLease....................