Minggu, 21 November 2010

Busana Etnik Indonesia

1. Karakteristik Busana Etnik Jawa Barat

Kebaya etnik Jawa Barat sebagai busana tradisional Indonesia memiliki ciri khas
sesuai dengan adat istiadat, budaya dan kebiasaan masyarakat.
Model kebaya dari Jawa Barat memiliki ciri khas pada bagian bentuk garis
leher yaitu berbentuk segi empat atau V, model lengan licin, panjang kebaya
sampai batas garis panggul, adakalanya memakai ger atau tanpa ger. Bahan yang
digunakan pada umumnya adalah bahan katun dengan motif hiasan flora atau polos
dan sebagai pasangannya digunakan kain panjang batik. Kain batik tradisonal
daerah Jawa Barat sama halnya dengan penggunaan kain batik daerah Jawa dan
Bali yaitu motif kapal kandas, kembang kapas, bintang iwak entong, bintang
berunding, bintang lasem urang.

2. Busana Inovasi dari Busana Etnik Jawa Barat

Bagian-bagian pada model kebaya etnik Jawa Barat dapat dimodifikasi pada model
lengan. bentuk garis leher, panjang kebaya, bentuk bagian bawah kebaya, bagian
tengah muka.
1. Model lengan medieval, garis leher tapal kuda, bentuk bagian bagian bawah
pinguin panjang, panjang kebaya sampai lutut, bagian tengah muka lurus
menggunakan kancing bungkus dan sengkelit.
2. Model lengan lonceng, garis leher segi empat pendek, bentuk bagian bawah segi
tiga, panjang kebaya sampai tengah paha, bagian tengah muka lurus
menggunakan kancing tekan.
3. Model lengan Press body, garis leher diamond, bentuk bagian bawah bulat,
panjang kebaya sampai panggul, bagian tengah muka lurus menggunakan
kancing kait.
4. Model lengan licin berbordir, garis leher diamond, bentuk bagian bawah pinguin
pendek, panjang kebaya sampai panggul, bagian tengah muka lurus variasi
border menggunakan kancing tekan.
5. Model lengan lurus berbordir, garis leher segi empat rendah, bentuk bagian
bawah menggunakan seredan, panjang kebaya melebihi mata kaki, bagian tengah
muka lurus variasi border, menggunakan kancing tekan.

Sabtu, 06 November 2010

Pengantar Geografi (1)

A. Pengertian Geografi

Geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu geos yang berarti bumi dan graphien yang berarti lukisan. Secara harfiah, geografi berarti lukisan ataupun gambaran bentuk dari bumi.

Istilah geografi (geographica) pertama kali diperkenalkan oleh Erastotenes pada permulaan abad pertama. Pada saat itu, geografi diartikan sebagai penggambaran permukaan bumi. Pada abad ke-2 muncul tokoh baru bernama Claudius Ptelomeus yang mengartikan geografi sebagai suatu penyajian melalui peta dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi. Pada tahun 1650, Bernadusi Veranus membagi geografi menjadi dua bagian besar, yaitu geografi generalis dan geografi spesialis. Geografi generalis mengkaji tentang permukaan bumi yang berkaitan dengan fenomena fisik. Geografi spesialis mengkaji tentang permukaan bumi berdasarkan fenomena sosial.

Definisi Geografi menurut seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang (1988) adalah Ilmu pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaatan gejala alam dan kehidupan di muka bumi (gejala geosfer) serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

B. Ruang Lingkup dan Objek Studi Geografi

Berdasarkan pengertian geografi, ada 2 aspek utama (ruang lingkup) yang dipelajari dalam geografi, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi fenomena geosfer yang berkaitan dengan keadaan alamiah, seperti keadaan bentuk bumi, perairan, keadaan udara, dunia tumbuhan, dan hewan. Aspek sosial meliputi permasalahan yang berhubungan dengan aktifitas manusia sebagai mahluk sosial.

Objek studi geografi terbagi menjadi 2, yaitu objek material dan objek formal

a. Objek material

Meliputi letak dan gejala atau fenomena yang terdapat dan terjadi di geosfer. Geosfer meliputi litosfer (lapisan batuan kulit bumi), hidrosfer (lapisan air), atmosfer (lapisan udara), biosfer (lapisan/lingkungan hidup hewan dan tumbuhan), dan antroposfer (manusia).

b. Objek formal

Meliputi cara pandang dan cara pikir terhadap objek material dari sudut pandang geografi. Cara pandang dan cara pikir terhadap objek material dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan komplek, serta waktu.

C.Pendekatan Geografi

Gejala geosfer dapat dianalisis dengan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.

1. Pendekatan Keruangan

Pendekatan ini merupakan ciri khas geografi dan yang membedakan ilmu geografi dengan ilmu yang lain.

Analisis dalam sudut pandang keruangan dapat ditinjau dari 3 aspek, yaitu pendekatan topik, pendekatan aktifitas manusia, dan pendekatan regional.

2. Pendekatan Kelingkungan.

Ada beberapa pola perkembangan manusia dan lingkungan alam, yaitu:

a. Manusia tergantung pada lingkungan alam (fisis determinisme), terjadi pada zaman purba, dimana manusia belum menguasai teknologi sehingga hidupnya sangat tergantung pada alam.

b. Manusia menguasai alam (possibilisme), dimana manusia sudah memiliki kemampuan dan teknologi sehingga dapat memanfaatkan alam dengan sebesar-besarnya.

c. Manusia dengan alam saling mempengaruhi, dalam hal ini manusia menyadari bahwa tanpa alam yang lestari manusia tidak bisa apa-apa.

3. Pendekatan Kompleks Kewilayahan

Pendekatan ini menekankan adanya hubungan antara wilayah merupakan wujud dari perbedaan wujud dari perbedaan wilayah. Sebagai contoh, perdagangan timbul disebabkan perbedaan komoditas dan kebutuhan antar wilayah.

D. Prinsip-prinsip Geografi

Dalam geografi ada 4 prinsip dasar, yaitu:

Prinsip Persebaran, artinya gejala-gejala seperti bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia senantiasa tersebar secara tidak merata di permukaan bumi.Geografi menelaah kaitan kondisi fisik dengan penyebaran yang tidak merata itu.

Prinsip Interelasi, artinya fenomena geosfer yang dipelajari selalu memiliki hubungan dengan fenomena geosfer yang lain atau dengan ruang yang ditempatinya.

Prinsip Deskripsi, artinya gejala-gejala geosfer yang dikaji perlu dijelaskan (dideskripsikan). Pendeskripsian itu dapat menggunakan tulisan (kata-kata) atau dengan diagram, grafik, tabel, gambar, atau peta.

Prinsip Korologi, artinya dengan menganalisis suatu wilayah berdasarkan ketiga prinsip sebelumnya maka suatu wilayah akan mempunyai karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern.

E. Konsep Dasar Geografi/10 Konsep Dasar Geografi

1. Lokasi/Letak

Lokasi atau letak adalah kedudukan suatu objek di permukaan bumi. Secara umum, dikenal 2 jenis

lokasi, yaitu lokasi absolut (berdasarkan letak astronomi) dan lokasi relatif (berdasarkan keadaan geografis). Contoh, daerah pegunungan menjadi objek wisata.

2. Jarak

Jarak berkaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan pertahanan suatu negara. Contoh, harga produksi pertanian makin mahal jika jarak makin jauh.

3. Keterjangkauan

Hal ini berkaitan dengan ada tidaknya aksesibilitas, baik jalan maupun sarana yang menjangkau suatu daerah. Contoh, daerah pedalaman akan lebih sulit dijangkau karena tidak adanya sarana angkutan.

4. Pola

Suatu pola tertentu sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang ada.Contoh pola pemukiman memanjang banyak dijumpai di tepi pantai dan sungai.

5. Morfologi

Bentuk muka bumi merupakan hasil dari proses yang terjadi dipermukaan bumi. Contoh, Indonesia memiliki banyak pegunungan karena merupakan jalur pegunungan yang aktif, yakni dilalui Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

6. Aglomerasi

Konsep ini berawal dari pemilihan suatu tempat yang paling menguntungkan dan akan mengarah pada persamaan jenis. Contoh, masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas akan mengelompok pada perumahan tertentu (elit).

7. Nilai kegunaan

Nilai kegunaan dan kepentingan suatu barang di suatu tempat akan berbeda dengan nilai kegunaan dan kepentingan barang tersebut di tempat lain. Contoh, sepeda sangat penting di daerah pantai (landai), namun menjadi tidak penting di daerah pegunungan.

8. Interaksi /interdependensi

Adanya perbedaan akan mempengaruhi hubungan saling ketergantungan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Contoh, wilayah pedesaan menghasilkan komoditas pertanian, sedangkan wilayah perkotaan menghasilkan barang indutri. Hasil pertanian dibutuhkan warga kota, sebalik desa membutuhkan hasil industri.

9. Konsep deferensiasi areal

Unsur atau fenomena lingkungan bersifat dinamis. Integrasinya menghasilkan karakteristik yang berubah dari waktu ke waktu. Integrasi fenomena menjadikan suatu tempat atau wilayah memiliki corak tersendiri sebagai suatu region yang berbeda dari suatu tempat dengan tempat lain.

10. Keterkaitan keruangan

Asosiasi keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain disuatu tempat atau ruangan. Contoh, kemiringan lereng dengan tebal tanah, seperti makin terjal lereng akan disertai dengan fenomena makin tipis tanah karena di lereng yang terjal erosi terjadi lebih intensif.

Jumat, 05 November 2010

6 FAKTA TENTANG MARS

FAKTA YANG PERTAMA

Mars adalah tempat yang sangat dingin.Karena letak Mars jauh dari matahari.Mars juga punya salju lho!.Jadi Kalau mau ke Mars perlu baju penghangat badan!

FAKTA YANG KEDUA

Kalau di Mars,Manusia harus membuat rumah yang tahan radiasi.Kemungkinan,kita bisa membuat rumah dibawah tanah,Atau membuat gedung dari batu bata merah yang dibuat di Mars.Tapi ingat batu bata itu juga harus diseterilkan agar tidak mengandung besi.Soalnya,besi jika kena radiasi matahari bisa menyebabkan kanker.Wah,ini agak repot karena tanah di mars mengandung banyak besi.bikankah tanda-tanda tanah mengandung besi adalah berwarna merah?

FAKTA YANG KETIGA

Udara Mars berupa Karbondioksida.Gas ini membuat manusia akan terasa tercekik tenggorokannya,lalu mati.Karena itu kita perlu alat pembuat Oksigen.Oksigen itu bisa dihasilkan dari batu-batu di Mars

FAKTA YANG KE EMPAT

Letak Mars sangatt jauh dari Bumi.Pesawat antariksa butuh waktu 7 bulan untuk sampai ke mars.Padahal pesawat itu sudah superr cepat loh,Nah,pesawat itu harus ringan supaya hemat bahan bakar.Pesawat itu tidak boleh terbuat dari logam agar tahan radiasi.tapi tenang... kitamenemukan zat hebat untuk membuat pesawat antariksa.Namanya partikel

FAKTA YANG KE LIMA

Manusia perlu air untuk hidup.Tapi di Mars tidak punya air.tapi jangan kuatir..air bisa diperoleh dari salju yag dicairkan bukan?

FAKTA YANG KE ENAM

Atmosfir Mars sangat tipis.Akibatnya cahaya berbahaya bebas masuk ke Mars.Cahaya berbahaya itu disebut radiasi,manusia akan sakit Kanker.Jadi kalo mau ke Mars jangan lupa bawa baju pelindung radiasi!


sumber : www.geografi.web.id