A. Pengertian Geografi
Geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu geos yang berarti bumi dan graphien yang berarti lukisan. Secara harfiah, geografi berarti lukisan ataupun gambaran bentuk dari bumi.
Istilah geografi (geographica) pertama kali diperkenalkan oleh Erastotenes pada permulaan abad pertama. Pada saat itu, geografi diartikan sebagai penggambaran permukaan bumi. Pada abad ke-2 muncul tokoh baru bernama Claudius Ptelomeus yang mengartikan geografi sebagai suatu penyajian melalui peta dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi. Pada tahun 1650, Bernadusi Veranus membagi geografi menjadi dua bagian besar, yaitu geografi generalis dan geografi spesialis. Geografi generalis mengkaji tentang permukaan bumi yang berkaitan dengan fenomena fisik. Geografi spesialis mengkaji tentang permukaan bumi berdasarkan fenomena sosial.
Definisi Geografi menurut seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang (1988) adalah Ilmu pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaatan gejala alam dan kehidupan di muka bumi (gejala geosfer) serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan.
B. Ruang Lingkup dan Objek Studi Geografi
Berdasarkan pengertian geografi, ada 2 aspek utama (ruang lingkup) yang dipelajari dalam geografi, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi fenomena geosfer yang berkaitan dengan keadaan alamiah, seperti keadaan bentuk bumi, perairan, keadaan udara, dunia tumbuhan, dan hewan. Aspek sosial meliputi permasalahan yang berhubungan dengan aktifitas manusia sebagai mahluk sosial.
Objek studi geografi terbagi menjadi 2, yaitu objek material dan objek formal
a. Objek material
Meliputi letak dan gejala atau fenomena yang terdapat dan terjadi di geosfer. Geosfer meliputi litosfer (lapisan batuan kulit bumi), hidrosfer (lapisan air), atmosfer (lapisan udara), biosfer (lapisan/lingkungan hidup hewan dan tumbuhan), dan antroposfer (manusia).
b. Objek formal
Meliputi cara pandang dan cara pikir terhadap objek material dari sudut pandang geografi. Cara pandang dan cara pikir terhadap objek material dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan komplek, serta waktu.
C.Pendekatan Geografi
Gejala geosfer dapat dianalisis dengan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.
1. Pendekatan Keruangan
Pendekatan ini merupakan ciri khas geografi dan yang membedakan ilmu geografi dengan ilmu yang lain.
Analisis dalam sudut pandang keruangan dapat ditinjau dari 3 aspek, yaitu pendekatan topik, pendekatan aktifitas manusia, dan pendekatan regional.
2. Pendekatan Kelingkungan.
Ada beberapa pola perkembangan manusia dan lingkungan alam, yaitu:
a. Manusia tergantung pada lingkungan alam (fisis determinisme), terjadi pada zaman purba, dimana manusia belum menguasai teknologi sehingga hidupnya sangat tergantung pada alam.
b. Manusia menguasai alam (possibilisme), dimana manusia sudah memiliki kemampuan dan teknologi sehingga dapat memanfaatkan alam dengan sebesar-besarnya.
c. Manusia dengan alam saling mempengaruhi, dalam hal ini manusia menyadari bahwa tanpa alam yang lestari manusia tidak bisa apa-apa.
3. Pendekatan Kompleks Kewilayahan
Pendekatan ini menekankan adanya hubungan antara wilayah merupakan wujud dari perbedaan wujud dari perbedaan wilayah. Sebagai contoh, perdagangan timbul disebabkan perbedaan komoditas dan kebutuhan antar wilayah.
D. Prinsip-prinsip Geografi
Dalam geografi ada 4 prinsip dasar, yaitu:
Prinsip Persebaran, artinya gejala-gejala seperti bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia senantiasa tersebar secara tidak merata di permukaan bumi.Geografi menelaah kaitan kondisi fisik dengan penyebaran yang tidak merata itu.
Prinsip Interelasi, artinya fenomena geosfer yang dipelajari selalu memiliki hubungan dengan fenomena geosfer yang lain atau dengan ruang yang ditempatinya.
Prinsip Deskripsi, artinya gejala-gejala geosfer yang dikaji perlu dijelaskan (dideskripsikan). Pendeskripsian itu dapat menggunakan tulisan (kata-kata) atau dengan diagram, grafik, tabel, gambar, atau peta.
Prinsip Korologi, artinya dengan menganalisis suatu wilayah berdasarkan ketiga prinsip sebelumnya maka suatu wilayah akan mempunyai karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern.
E. Konsep Dasar Geografi/10 Konsep Dasar Geografi
1. Lokasi/Letak
Lokasi atau letak adalah kedudukan suatu objek di permukaan bumi. Secara umum, dikenal 2 jenis
lokasi, yaitu lokasi absolut (berdasarkan letak astronomi) dan lokasi relatif (berdasarkan keadaan geografis). Contoh, daerah pegunungan menjadi objek wisata.
2. Jarak
Jarak berkaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan pertahanan suatu negara. Contoh, harga produksi pertanian makin mahal jika jarak makin jauh.
3. Keterjangkauan
Hal ini berkaitan dengan ada tidaknya aksesibilitas, baik jalan maupun sarana yang menjangkau suatu daerah. Contoh, daerah pedalaman akan lebih sulit dijangkau karena tidak adanya sarana angkutan.
4. Pola
Suatu pola tertentu sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang ada.Contoh pola pemukiman memanjang banyak dijumpai di tepi pantai dan sungai.
5. Morfologi
Bentuk muka bumi merupakan hasil dari proses yang terjadi dipermukaan bumi. Contoh, Indonesia memiliki banyak pegunungan karena merupakan jalur pegunungan yang aktif, yakni dilalui Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.
6. Aglomerasi
Konsep ini berawal dari pemilihan suatu tempat yang paling menguntungkan dan akan mengarah pada persamaan jenis. Contoh, masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas akan mengelompok pada perumahan tertentu (elit).
7. Nilai kegunaan
Nilai kegunaan dan kepentingan suatu barang di suatu tempat akan berbeda dengan nilai kegunaan dan kepentingan barang tersebut di tempat lain. Contoh, sepeda sangat penting di daerah pantai (landai), namun menjadi tidak penting di daerah pegunungan.
8. Interaksi /interdependensi
Adanya perbedaan akan mempengaruhi hubungan saling ketergantungan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Contoh, wilayah pedesaan menghasilkan komoditas pertanian, sedangkan wilayah perkotaan menghasilkan barang indutri. Hasil pertanian dibutuhkan warga kota, sebalik desa membutuhkan hasil industri.
9. Konsep deferensiasi areal
Unsur atau fenomena lingkungan bersifat dinamis. Integrasinya menghasilkan karakteristik yang berubah dari waktu ke waktu. Integrasi fenomena menjadikan suatu tempat atau wilayah memiliki corak tersendiri sebagai suatu region yang berbeda dari suatu tempat dengan tempat lain.
10. Keterkaitan keruangan
Asosiasi keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain disuatu tempat atau ruangan. Contoh, kemiringan lereng dengan tebal tanah, seperti makin terjal lereng akan disertai dengan fenomena makin tipis tanah karena di lereng yang terjal erosi terjadi lebih intensif.

1 komentar:
Harrah's Casino Reno Hotel Map & Floor Plans - Mapyro
Harrah's 공주 출장안마 Reno 춘천 출장샵 Hotel features over 30000 rooms, including an expansive casino 광주 출장샵 with 하남 출장마사지 slot machines, a 김제 출장안마 Jacuzzi and a fitness center. Rating: 7.6/10 · 25 votes
Posting Komentar